Jari10 is the best blog to get more information about software, antivirus, linux, windows, games, android, madura, karapan sapi

Tampilkan postingan dengan label Madura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Madura. Tampilkan semua postingan

Kuliner Pumara Bangkalan

Bangkalan baru-baru saja ini memiliki satu lokasi tempat yang menjadi pusat berkumpulnya beraneka macam makanan  yang dinamakan Pumara Bangkalan. Pumara singkatan dari Pusat Makanan Rakyat. Pumara terletak di sekitar alun-alun utara Kabupaten Bangkalan.
Ada satu tempat yang paling sering aku kunjungi di Pumara, yaitu Warung Pak Madong. Dulu di spanduknya tertulis nama Pak Madong, tapi sekarang sudah diganti dengan tulisan menu-menu di warung itu. So, buat kamu yang pengen tahu lokasi warungnya, ini dia ancer-ancernya:
- masuk dari pintu masuk sebelah utara
- begitu masuk, langsung belok kiri.
- lalu parkir kendaraan anda, takutnya hilang dan sekali-kali bantu tukang parkir :D
- cari warung di sebelah kiri jalan itu, lihat tulisan menunya, cari yang menawarkan tami capcay, nasi goreng, cap cay, dll. Itulah warungnya.
Apa sih spesialnya Warung Pak Madong itu? 
Buat aku sih, meskipun menunya biasa-biasa aja, tapi rasanya tu pas and mantap. Selain itu harganya murah lagi. Cobain aja deh. Aku dah sering nongkrong di sana bareng Si Do’i kalo pengen dinner yang murah and ngobrol lama-lama, hehe. Ada lesehannya kok.
Oia, selain itu, ada pedagang gorengan yang gorengannya paling enak seantero Bangkalan. Hehe. Cari aja pedagang gorengan di Pumara itu. Ancer-ancernya:
- masuk lewat pintu utara Pumara
- jalan lurus aja sekitar 10 meter
- perhatikan pedagang gorengan di sebelah kiri jalan. Nanti kamu bakal menemukan satu tempat yang paling ramai pengunjungnya. Ya itu dia tempatnya. Hehe
- petunjuk: pedagangnya biasanya dua orang: satu cowok, satu cewek
Oke deh, silakan coba berkunjung ke Pumara Bangkalan, Pusat Makanan Rakyat Bangkalan

Tour de Ujung Piring Bangkalan

Yah sehabis jalan-jalan ke Mlajah Bangkalan , kemarin saya juga pergi ke Ujung Piring, Bangkalan.
Di Ujung Piring tujuan kami tak lain bukan ke Mercusuar Lampu. Dan inilah foto-foto perjalanan kami :D












sayangnya objek wisata yang sering dikunjungi orang lokal ini masih jauh dari kesan kebersihan.
pantainya tidak terawat dan banyaknya sampah-sampah berseerakan di sekitar areal lampu ini. 
Tapi walau begitu objek wisata ini juga pilihan yang cocok untuk berwisata di bangkalan, karena anda dapat melihat pemandangan yang indah dari mercesuarnya itu :D pasti keren dah.
Nah yang lebih keren saat waktu sunrise atau sunset, pemandangannya keren banget gan.

Jalan-Jalan ke Mlajah Bangkalan Madura

Habis menyusuri keindahan alam di Mlajar Bangkalan. Menyusuri perumahan-perumahan, menyusuri kampung-kampung, sampe selokan-selokan gue susuri kali ini *ngasal*
Gag menyianyakan kesempatan, akhirnya gue cobain jepret-jeprot moment saat gue bersepada ama teman-teman.

Green, model teman gue. Namanya Anis

Mengejar, modelnya sama yang diatas :D

Mencari Korban, model Anas :D

Lomba Blog Semi SEO Plat M

Baru saja menyelesaikan artikel Karapan Sapi yang saya buat untuk lomba Semi SEO dalam rangka HUT Plat-M. Oke, buat agan-agan yang mau ikut lomba ini, infonya ada dibawah ini, Selamat Mencoba :D




Picasa


Lomba Semi SEO dalam rangka HUT Plat-M yang kedua
Tema : “Karapan Sapi”
I. Persyaratan Lomba
  1. Kompetisi  ini bebas diikuti oleh siapapun yang berdomisili di Indonesia.
  2. Menulis dan memposting artikel ke blog Anda dalam bahasa Indonesia minimal 800 kata dengan gaya bahasa yang digunakan bebas-santai-sopan, tidak harus formal/EYD
  3. Tulisan harus milik sendiri, bukan jiplakan, dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya di media massa manapun (cetak maupun elektronik)
  4. Memiliki blog pribadi baik yang gratis (.wordpress .blogspot .blogdetik .dagdigdug. dll) atau self-hosted
  5. Tulisan harus mencantumkan kata-kata “Karapan Sapi” dan wajib ada link ke plat-m.com,bloggernusantara.com dan idblognetwork.com
  6.  Peserta wajib ‘tweet’ judul tulisan beserta ‘link’-nya dengan ‘ follow dan mention’  ke @plat_m@blognusantara dan @idblognetwork dengan hashtag #XLaluCintaIndonesia
  7. Peserta wajib memasang banner lomba semi SEO Karapan Sapi dengan mengcopy script html yang tersedia di bawah ke blog masing-masing
  8. Pendaftaran artikel dimulai tanggal 23 Desember 2011 dan ditutup 23 Januari 2012, dengan sebelumnya harus telah mengirimkan URL artikel (bukan artikel halaman depan blog) melalui formulir online yang tersedia di bagian bawah halaman ini.
  9. Penjurian akan dimulai setelah penutupan pendaftaran, dan pengumuman pemenang via online di situs plat-m.com dan di twitter @plat_m. Pemenang di Madura dan sekitarnya diminta untuk mengambil hadiahnya di tempat dan waktu yang telah disepakati. Adapun pemenang dari luar Madura, hadiah akan dikirimkan ke alamat yang diminta.
II. Penilaian Lomba
  1. Penilaian lomba meliputi: gaya bahasa, memiliki obyektif yang sesuai dengan tema, yaitu Karapan Sapi
  2. Tulisan akan dinilai oleh juri dari idblognetwork dan Blogger Nusantara
  3. Kualitas dan kuantitas komentar pembaca pada setiap artikel akan menjadi nilai tambah.
  4. Tautan artikel yang diambil untuk dinilai tim juri adalah artikel yang sesuai dengan ketentuan tulisan dan   muncul pada urutan 20 teratas berdasarkan halaman hasil pencarian di google.co.id dengan kata kunci“Karapan Sapi” pada tanggal 23 januari 2012 pukul 23:30 WIB.
  5. Setelah diputuskan sebagai pemenang, maka publik memiliki kesempatan 1 (satu) minggu untuk memberikan masukan /menyanggah jika ada indikasi artikel yang menang tersebut adalah hasil copy-paste! Jika nanti setelah dicek-silang ternyata artikel tersebut terbukti hasil plagiarisme, kemenangannya akan dibatalkan dan diganti oleh yang lain.
  6. Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
III. Hadiah
  • Grand Winner (1 orang) : Samsung S5360 Galaxy Y (OS: Android)
  • 1st Runner Up (1 orang) : Ponsel Qwerty
  • 2nd Runner Up (3 orang): Modem GSM

Banner Lomba Semi SEO Karapan Sapi

Picasa
Copykan Script dibawah ini ke blog Anda!
 <a href="http://plat-m.com/lomba-blog-semi-seo-berhadiah-ponsel-android/" target="_blank"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-7PeWplFc9cA/Tva9IxA97VI/AAAAAAAAAHA/FaOc2_-f2dc/s800/Semi-SEO-Karapan-Sapi.gif" alt="Picasa" border="0" /></a>

Karapan Sapi Formula 1 dari Madura

Karapan sapi fight with F1
Jika di belahan dunia lain orang-orang pada rame nonton balapan MotoGP, Formula 1 ataupun pasta gigi Formula *ngasal* 
  
lain lagi di bagian timur Pulau Jawa tepatnya di Pulau Madura, Karapan Sapi menjadi tontonan balapan favorit masyarakat Madura. Kalau dibilang sih Karapan Sapi itu adalah Formula One ala masyarakat Madura. Emeijing kan si Karapan Sapi? 


Cuma bedanya kalau Formula One itu pake mobil yang keren tuh *yaiyalah* kalau Karapan Sapi ya pake sapi. Udah pada tau kan Karapan Sapi itu ? Kalau ada yang belum tau dan gag pernah nonton, tenang gag usah sampe nangis segala cup cup cup. Gue akan nerangin Budaya kalapan sapi dari Madura itu ( sok keren).
Bantuin yah Bantuin bim salabim jadi apa prok-prok. *ala Pak Tarno*
Selain terkenal dengan garamnya yang acin-acin cedap itu, Madura juga terkenal akan salah satu budayanya yaitu Karapan Sapi.

Sejarah asal mula Kerapan Sapi Awalnya dari Pangeran Katandur yang berasal dari Pulau Sapudi, Sumenep pada abad 13 yang ingin memanfaatkan tenaga sapi sebagai pengolah sawah. Berangkat dari ketekunan beliau bagaimana cara membajak sapinya bekerja ,mengolah tanah persawahan, ternyata berhasil dan tanah Madura yang terkenal tandus pun berubah menjadi tanah subur.

Melihat ide yang brilliant itu, tentu saja warga masyarakat desa mengikuti jejak Pangerannya dan membawa hasil positif. Akhirnya tanah di seluruh Pulau Sapudi yang semula gersang, menjadi tanah subur yang bisa ditanami padi serta tanaman lainnya. Hasil panenpun berlimpah ruah dan jadilah daerah yang subur makmur.

Setelah masa panen tiba sebagai ungkapan kegembiraan atas hasil panen yang melimpah Pangeran Ketandur mempunyai inisiatif mengajak warga di desanya untuk mengadakan balapan sapi. Areal tanah sawah yang sudah dipanen dimanfaatkan untuk areal balapan sapi. Akhirnya tradisi balapan sapi gagasan Pangeran Ketandur itulah yang hingga kini terus berkembang dan dijaga kelestariannya. Hanya namanya diganti lebih populer dengan “Kerapan Sapi”.

Pengertian kata “kerapan” adalah adu sapi memakai “kaleles”. Kaleles adalah sarana pelengkap untuk dinaiki sais/joki yang menurut istilah Madura disebut “tukang tongko”. Sapi-sapi yang akan dipacu dipertautkan dengan “pangonong” pada leher-lehernya sehingga menjadi pasangan yang satu.




Sampai hari, jam, menit, detik ini, Karapan Sapi adalah bagian dan kebanggaan masyarakat Madura. Banyak hal yang dipertaruhkan dalam acara ini, termasuk harga diri si empunya sapi pacuan dipertaruhkan. Maka dari itu, tidak jarang sang pemilik sapi mempersiapkan sapi pacuannya dengan memberikan pijatan khusus dan makanan tidak kurang dari 90 butir telur setiap harinya, agar stamina dan kekuatan sapi sapi tersebut terjaga. Bahkan perlakuan istimewa sapi sapi tersebut dibeberapa rumah terlihat ada yang menghiasi garasi bukan kendaraan mobil tetapi malah sapi tersebut yang berada digarasi rumah.
Don’t Try This At Home ! Karena akan menyebabkan tetangga anda bingung membedakan antara wajah anda dengan sapi dan yang lebih parah istri anda akan meminta cerai *becanda*
Maklum saja karena untuk sapi yang memenangkan pertandingan dapat mencapai harga Rp 75juta per ekornya. Atau bias mencapai milliaran rupiah
 
Biasanya sapi yang diikuti lomba adalah sapi pilihan dengan ciri-ciri tertentu. Misalnya berdada air artinya kecil ke bawah, berpunggung panjang, berkuku rapat, tegar tegak serta kokoh, berekor panjang dan gemuk. Pemeliharaan sapi kerap juga sangat berbeda dengan sapi biasa. Sapi kerap sangat diperhatikan masalah makannya, kesehatannya dan pada saat-saat tertentu diberi jamu. Sering terjadi biaya ini tidak sebanding dengan hadiah yang diperoleh bila menang, tetapi bagi pemiliknya merupakan kebanggaan tersendiri dan harga sapi kerap bisa sangat tinggi.
Untuk membentuk tubuh pasangan sapi yang sehat membutuhkan biaya hingga Rp4 juta per pasang sapi untuk makanan maupun pemeliharaan lainnya. Maklum, sapi karapan diberikan aneka jamu dan puluhan telur ayam per hari, terlebih-lebih menjelang diadu di arena karapan. Berdasarkan tradisi masyarakat pemilik sapi karapan, maka hewan tersebut menjelang diterjunkan ke arena dilukai di bagian pantatnya yakni diparut dengan paku hingga kulitnya berdarah agar dapat berlari cepat. Bahkan luka itu diberikan sambal ataupun balsem yang dioles-oleskan di bagian tubuh tertentu antara lain di sekitar mata.
Dalam lomba pacuan tradisional ini, setidaknya ada dua ekor sapi yang dipasangkan untuk menarik kereta kayu yang dinaiki oleh seorang joki laki-laki. Jaraklintasan tak terlalu jauh, umumnya 100 180 meter dengan lama pacuan antara sepuluh sampai enam belas detik.
Setiap tahunnya, tiap kabupaten di Pulau Madura biasanya menyelenggarakan Karapan Sapi, yaitu pada bulan Agustus sampai September. Dari pertandingan di tiap kabupaten tersebut, diadakan pertandingan final di Kota Pamekasan, Madura, pada akhir bulan September atau Oktober untuk memperebutkan piala bergilir dari Presiden RI.
Penyelenggaraan Kerapan Sapi selalu diminati oleh masyarakat Madura dan juga masyarakat luar Madura, termasuk bule-bule tuh :D. Setiap kali penyelenggaraan Kerapan Sapi diperkirakan masyarakat yang hadir bisa mencapai 1000-1500 orang. Dalam pesta rakyat itu berabagai kalangan maupun masyarakat Madura berbaur menjadi satu dalam atmosfir sportifitas dan kegembiraan.
So kalau kalian berencana nonton Formula 1 ala budaya masayarakat Madura ini , gag usah mikirin biaya yang dikeluarkan soalnya cukup murah meriah kok. Ini rinciannya khusus kamu yang dari Surabaya.
1. Biaya bensin PP Surabaya - Pamekasan = 60.000 an lah paling
2. Penginapan = 35.000, bisa juga numpang tidur di masjid.
3. Nonton Kerapan Sapi = Gratisssss
Gimana mantab kan ?
 

O ya artikel ini saya buat untuk mengikuti lomba blog semi seo yang diadakan oleh plat-m.combloggernusantara.com dan idblognetwork.com. O ya jangan lupa kalau ada perlombaan, nonton karapan sapi ya!

Wisata Kuliner Pamekasan Madura

Setelah membahas wisata kuliner Bangkalan, sekarang kita menuju ke Pamekasan :D
Yok Bentuen Yeh Bentoen Yeh *Pak Tarno versi Madura

RM Arwana & RM Citra



Terletak kurang lebih 2 KM dari pintu gerbang masuk Kabupaten Pamekasan, tepatnya di Desa Ambat Kecamatan Tlanakan. Letak 2 (dua) RM ini berdekatan dan macam jualannyapun relatif sama. Kalau saya sarankan RM Arwana lebih variatif, enak dan memang lebih banyak pengunjungnya. Menu yang ditawarkan beragam dan beberapa yang khas Madura adalah: Nasi Jagung, Telur Bumbu Tesola (tesola, singkatan dari pettes ola, artinya ‘petis yang udah diolah’), Kenduy Dadar (kenduy artinya teri, dadar teri) dan lainnya. Berbagai jenis ikan juga banyak, mulai dari Kakap, Cumi, Udang, Tenggiri, Kepiting dan lainnya. RM ini terletak di tepi laut, dan jenis ikan-nya sangat beragam. Diluar ikan juga ada Ayam dan Gulai Kambing. Harga juga relatif murah, dijamin tidak bikin kantong bolong.

Rujak Patemon
 
Warung Rujak Patemon terletak di Jalan Trunojoyo Gang Kelurahan No 115. Kalau dari arah Surabaya, pada waktu sudah masuk kota Pamekasan, terletak tak jauh setelah lampu merah kedua, di sebelah kanan jalan.

Warung Rujak Patemon hanya menyajikan 2 (dua) menu makanan utama saja. Rujak, Bubur Rujak Madura (tersedia hanya waktu bulan Ramadlan) . Untuk Rujak dan Bubur Rujak Madura, keduanya adalah khas Pamekasan. Rujak Pamekasan memakai petis coklat sehingga bumbu rujaknya berwarna putih, beda dengan Rujak Bangkalan yang memakai petis warna hitam (udang) sehingga bumbu berwarna coklat pekat. Selain bumbunya, yang khas dari Rujak Pamekasan adalah cingur dan kripik singkong-nya yang diulek jadi satu dengan sayuran lainnya.Kalau Rujak Madura dimana bahan-bahannya setelah diulek kemudian dimasukkan juga lontong, sedangkan Bubur Rujak Madura, adalah bubur dengan topping rujak Madura. Dan yang paling menggiurkan disini yaitu Harganya murah, hanya Rp. 5.000,- per porsi. Mantab kan ?



Warung Kaldu

 
Kaldu adalah makanan khas Madura khususnya daerah Sumenep, Pamekasan dan sebagian Sampang. Pengertian Kaldu biasanya adalah air rebusan dari ayam maupun daging saja. Sedangkan pengertian Kaldu disini sudah merupakan sajian makan komplit siap santap sama halnya seperti Rawon atau Soto. Yang dijadikan kaldu adalah kaskus, ataupun kokot (bahasa Madura untuk kaki sapi). Kemudian dimasukkan juga kacang hijau, dan lontong. Bagi petualang rasa, masakan ini memang benar-benar pantas untuk dicoba, really authentic cuisine!

Warung Kaldu ini terletak di Jalan Pintu Gerbang Pamekasan. Dari arah Surabaya, masuk kota Pamekasan, lurus sampai ke tugu Arek Lancor, yang merupakan landmark kota Pamekasan. Setelah melewati Masjid Agung Pamekasan, kemudian belok kiri, lurus dan pada saat lampu merah kedua, belok kanan. Warung ini terletak sekitar 100 M setelahnya.




Wisata Kuliner Bangkalan Madura

Madura, selain budaya yang terkenal dari pulau ini, banyak juga lho makanan-makanan enak dari pulau garam ini. Sate madura,soto madura,rujak madura. Ya mereka (lho?) adalah makanan-makanan khas dari Madura. Selain menu diatas,banyak sekali makanan terkenal yang sangat nikmat sehingga siapa saja yg menikmatinya akan merasakan nikmatnya surga dunia di dalam mulut agan.
Yang gag kuat liat gambarnya harap lambaikan tangan ke kamera *becanda
oke langsung aja
1. Nasi Bebek sinjay





Yang pertama Nasi Bebek Sinjay, Alamat "Jalan Raya Ketengan no. 45 Tunjung Burneh Bangkalan"
Inilah rajanya nasi bebek,tak hanya bagi masyarakat bangkalan saja
Sinjay udah terkenal ke seluruh masyarakat luar kota bangkalan karena sangat terkenal dengan kenikmatannya. bebek yang empuk dan tidak amis,sambal pencit yang luar biasa nikmatnya.
rasanya agan gak akan mau pulang sebelum kenyang.
karena rasa kenikmatannya sampai ke ubun2
untuk harganya,cukup siapkan 12rb
maka agan bisa menikmati seporsi nasi bebek include dengan es teh manis.







2. Nasi campur dan rawon AMBOINA
alamatnya : samping masjid agung kota bangkalan.
menu ya tersedia ada macam2,tapi menu andalannya adalah nasi campur dan nasi rawon.
sekali mencicipi,dijamin agan akan ketagihan untuk memakannya lagi.
untuk harganya,sekitar 15 rb per porsi,include dengan es teh manis.

3. Nasi Serpang Madura
nasi khas kota bangkalan yg satu ini tidak boleh di pandang hanya sebelah mata.
nasi serpang identik dengan porsi nasi yang sangat sedikit,hampir menyerupai nasi kucing di Jogja.
tapi bedanya,nasi serpang terdiri dari macam2 lauk.
mulai dari rempeyek,pepes udang,telur asin,mie suhun,kuah santan,dan daging kering.
harganya relatif murah,hanya 6 rb perbungkus.
untuk lokasi,tersebar hampir di seluruh kota bangkalan.
tapi untuk yg paling nikmat,agan pergi ke jl.Trunojoyo bangkalan
letaknya di depan dealer motor honda surya agung.
tepatnya di bawah pohon persis di depan pintu masuk dealer.
kalau agan berniat ke tempat ini,sekitar jam 6-8 pagi.
lebih dari waktu itu,nasinya udah abisss.

4. Matus Ikan bakar
inilah tempat favorit ane kalau lg stress dan lg laper.
tempatnya masih di kota bangkalan
hanya bedanya,warung ini terletak di tempat yg agak jauh dari kota.
gunakan "S7.045450 - E112.681600" pada GPS agan yg punya GPS supaya gak nyasar.
harganya cukup terjangkau,ane rasa masih dalam batas kewajaran.
justru agan akan merasakan keuntungannya setelah selesai menikmati nikmatnya kepiting asam manis khas depot ini.
rasa puas,nikmat,kenyang,lega,dll
siapkan uang max.50rb per orang.
dijamin gak bakalan kurang deh..
asalkan agan cuma pesan 1 menu untuk 1 orang.

Kontes Kecantikan SAPI SONOK Pulau Madura



Jarum jam baru menunjukkan pukul 09.00, tetapi halaman Kantor Badan Koordinasi Wilayah Pamekasan di jantung Kabupaten Pamekasan dipenuhi ribuan warga. Selain itu, tampak 32 pasang sapi betina dengan kulit coklat keemasan berjalan bersisian. Sapi-sapi unggul dari berbagai penjuru Pulau Madura itu bersiap mengikuti Kontes Sapi Sonok, ajang silaturahim para pemilik sapi di Madura yang dikembangkan menjadi kontes sapi sejak tahun 1960-an.

Sonok dalam bahasa Madura adalah kata dasar dari nyonok atau menyelinap gerbang pintu. Karena setiap pasang sapi cantik itu harus menyelinap gerbang pintu di garis finis, maka jadilah kontes sapi betina itu berjuluk "sapi sonok." Kini, kontes sapi sonok digelar tahunan. Puncaknya digelar sehari sebelum lomba Kerapan Sapi Piala Presiden di gelar di Stadion Raden Soenarto, Minggu 23 Oktober besok.Seperti layaknya model yang hendak melenggang di catwalk, sapi-sapi itu didandani dengan selempang keemasan di leher serta dada. Di leher sapi juga dipasang Pangonong, yaitu kayu perangkai sapi yang diukir indah dengan perpaduan warna merah dan kuning emas.

Kegemasan atas sapi sonok itu juga terlihat dari mimik 5 orang turis asing yang berbaur di tengah arena kontes sapi sonok. Para bule itu tak segan mengelus tubuh sapi sonok. Tangan mereka terlihat memegang aneka perhiasan yang menempel di tubuh sapi sonok. Sebelum acara dimulai, beberapa pemilik sapi menari sambil menggiring sapi-sapi mereka keliling lapangan. Grup musik Saronen yang terdiri atas tiga pemain kenong, satu pemain kendang, satu pemain gong, dua pemain terompet, dan dua pemain kecer mengiringi pasangan sapi yang melenggang dengan kepala tegak bak seorang model.

Armuju (45), pemilik sapi sekaligus Ketua Paguyuban Sapi Sonok Kecamatan Batu Putih, Sumenep, menyiapkan dana Rp 1 juta untuk menyewa grup pemain Saronen. Para pemain Saronen akan mengiringi pasangan sapi milik Armuju yang bernama Lampu Wasiat.
Sekitar pukul 10.00 Kontes Sapi Sonok dimulai. Para penonton mengerumuni arena kontes berukuran 15 meter x 25 meter.

Di arena itu, pasangan sapi bergantian melenggang menuju pintu gerbang kayu yang berada di depan tiga juri.Pasangan sapi sonok yang memiliki nilai tinggi adalah sapi-sapi yang dapat melewati arena dengan langkah serasi tanpa menginjak garis lintasan. Seorang joki yang memegang tali sepanjang 7 meter mengendalikan pasangan sapi sonok agar berhenti secara bersamaan di pintu gerbang dengan posisi kaki depan menginjak kayu pintu gerbang.
Selain ketangkasan dan keanggunan sapi, postur tubuh juga menjadi kriteria penilaian. ”Sapi sonok unggul memiliki punuk besar, lingkar dada lebar, bulu ekor hitam, dan badan panjang,” kata Haji Hatib (55), seorang juri Kontes Sapi Sonok.

PERAWATAN EKSTRA
Tak seperti sapi pada umumnya, sapi sonok membutuhkan perawatan ekstra agar benar-benar menjadi sapi unggul. Sebulan sekali pemilik sapi memberikan jamu berupa adonan tepung jagung dicampur gula jawa, bawang, daun bawang, asam jawa, kelapa, dan telur. Dua kali sebulan sapi sonok juga diberi susu segar dicampur 25 butir kuning telur.
Sapi sonok dirawat ekstra sejak berumur tiga bulan. Sapi-sapi itu dilatih berdiri tegak di tempat pengikatan khusus antara pukul 15.00 dan pukul 18.00. Dengan demikian, sapi-sapi itu terbiasa berjalan dengan posisi tegak dan kelihatan anggun.
Agar kulit sapi bersih dan mengilap, Armuju, pemilik sapi sonok di Batu Putih, Sumenep, memandikan sapi-sapinya 2 kali sehari. Kandang sapi pun dijaga selalu bersih.
“Saya merawat sapi sejak mereka kecil hingga menjuarai kontes lima kali. Sapi-sapi itu sudah seperti istri saya. Mahalnya biaya perawatan sapi dan hadiah yang kami terima saat menang tak seimbang. Tapi ini adalah kebanggaan,” katanya

MENCARI BIBIT UNGGUL
Budayawan Madura, Zawawi Imron, mengatakan, tradisi sapi sonok berasal dari kebutuhan masyarakat Madura mencari bibit sapi unggul. ”Dulu, di desa-desa berkembang kebiasaan semacam arisan para pemilik sapi atau biasa disebut lotrengan. Di situ mereka berkumpul dan memamerkan sapi masing- masing. Lambat-laun kebiasaan ini berkembang menjadi Kontes Sapi Sonok,” katanya.
Menurut Zawawi, salah satu kultur masyarakat Madura adalah bercocok tanam. Karena itu, sapi sebagai hewan yang berjasa membantu pertanian tidak pernah lepas dari masyarakat.
Sapi yang dulu sekadar membantu saat bertani kini berkembang menjadi kebanggaan, gengsi, sekaligus bernilai jual tinggi. ”Karena tradisi sapi sonok, memelihara sapi kini bukan sekadar mencari kesenangan, tetapi juga menaikkan nilai ekonomis,” kata Zawawi.
Jika sapi biasa berumur empat bulan dijual dengan harga Rp 4 juta, bibit sapi sonok bisa bernilai Rp 30 juta. Bahkan, seekor sapi sonok dewasa yang telah berulang kali menang dapat memiliki nilai jual Rp 100 juta hingga Rp 125 juta.
Sampai kini tradisi sapi sonok masih berjalan di Madura. Melalui tradisi ini pula, sapi-sapi unggul Madura memiliki nilai tawar lebih tinggi ketimbang sapi-sapi pada umumnya.
Di tengah kondisi geografis Pulau Madura yang kering dan tandus, masyarakat tetap bisa menghasilkan sapi-sapi sonok berkualitas tinggi. Salah satu pemicunya adalah tradisi sapi sonok yang terbukti mampu mengangkat harkat sapi Madura.





Museum Keraton Sumenep Madura



Berkunjung ke Madura belum lengkap rasanya apabila Anda tidak menyambangi Museum Keraton Sumenep. Lokasinya terletak di tengah kota, di Jalan Dr. Sutomo, Sumenep, tepatnya di belakang Keraton Sumenep. Museum ini menyimpan beragam peninggalan bersejarah dari Keraton Sumenep dimana sebagian besar merupakan peninggalan bangsawan Sumenep
Di museum ini Anda dapat melihat beragam koleksi menarik mulai dari kereta keraton buatan abad ke-18, keramik dari Dinasti Ming, naskah kuno, peralatan pertanian dan nelayan kuno, prasasti, arca, hingga koleksi ragam senjata seperti: keris, tombak, pedang, meriam, ada juga alat rumah tangga kerajaan, serta peralatan pribadi anggota kerajaan.


Keraton Sumenep sendiri dibangun pada masa pemerintahan Panembahan Sumolo I tahun 1762. Arsiteknya adalah Liaw Piau Ngo dari China yang memadukan gaya arsitektur Islam, Eropa, China, dan Jawa. Bangunannya terdiri dari bangunan induk keraton, taman sare, dan ladang museum. Disetiap ruangan terpajang berbagai benda yang menjadi saksi kekuasaan dan keberadaan Museum Keraton. Di museum ini Anda juga tersisa pemandian putri Keraton Sumenep. Akan tetapi, sayang kurang terawat dan dihuni ikan-ikan kecil.

Bagian pertama museum ini yaitu yang terdapat di luar keraton merupakan tempat menyimpan kereta kencana kerajaan Sumenep dan kereta kuda pemberian ratu Inggris. Kereta kerajaan tersebut sampai sekarang masih dipergunakan saat upacara peringatan hari jadi kota Sumenep.


Bagian kedua museum terdapat di dalam Keraton Sumenep. Dalam ruangan ini tersimpan alat-alat untuk upacara mitoni atau upacara tujuh bulan kehamilan keluarga raja. Ada juga senjata-senjata kuno berupa keris, clurit, pistol pedang, bahkan samurai dan baju besi. Beragam guci dan keramik dari Tiongkok menghiasi etalase museum seakan ingin menjelaskan eratnya jalinan hubungan antara kerajaan Sumenep dan kerajaan China.


Ada pula arca, baju kebesaran sultan dan putri Sumenep, serta kamar tidur raja Sumenep yang tidak boleh dimasuki oleh pengunjung. Tersimpan pula fosil ikan paus yang terdampar di Pantai Sumenep tahun 1977. Di museum ini Anda juga dapat juga melihat Alquran yang ditulis oleh Sultan Abdurrachman.
Cobalah Anda cari koleksi unik museum ini yaitu berupa piring ajaib yang dikenal dengan nama magic rower. Piring nasi tersebut diyakini memiliki kekuatan magis dimana nasi yang dihidangkan di atasnya tidak basi meskipun sudah satu minggu. Piring ini merupakan tempat nasi berbentuk oval dengan gambar Raja Sampang Condronegoro (1830) hadiah bagi raja Sumenep ke-32, Sultan Abdurrahman Pakunataningrat (1811-1854).

Bagian ketiga berada di dalam keraton yang disebut Museum Bindara Saod karena dahulu merupakan tempat Bindara Saod menyepi (Rumah penyepian Bindara Saod). Ruangan ini terdiri lima bagian yaitu teras rumah, kamar depan bagian timur, kamar depan bagian barat, kamar belakang bagian timur dan bagian barat. Baik Museum, Museum Kantor Koneng dan Museum Bindara Saod, ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Keraton Sumenep sendiri dikenal dengan sebutan Potre Koneng (Putri Kuning). Julukan ini diberikan karena dahulu pernah hidup seorang permaisuri yaitu Ratu Ayu Tirto Negoro. Putri ini berasal dari China dan terkenal memiliki kulit kuning bersih. Untuk menghormati sang permaisuri maka atap Keraton Sumenep diberi warna kuning cerah. Di dalam keraton terdapat Pendopo Agung, Kantor Koneng, dan bekas Keraton Raden Ayu Tirto Negoro yang saat ini dijadikan tempat penyimpanan benda-benda kuno. Pendopo Agung sampai saat ini masih dipakai sebagai tempat diadakannya acara-acara kabupaten seperti penyambutan tamu, serah terima jabatan pemerintahan, dan acara kenegaraan lainnya. Sedangkan Kantor Koneng atau kantor raja adalah ruang kerja Sultan Abdurrachman Pakunataningrat I selama masa pemerintahannya tahun 1811 sampai 1844 Masehi.
Sumenep sendiri kini menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten Sumenep memiliki wilayah yang terdiri dari dataran dan 126 pulau meliputi 27 kecamatan.





 
Picasa

Pengikut